Kamis, 02 Juni 2011

Scoring Time

Hai, guys... sudah lama rasanya saya nggak berbincang kepada kalian semua mengenai perkembangan film "Break".

In short, "Break" sudah menemui titik terang dalam hidupnya karena sudah PICTURE LOCK (buat kalian yang belum tahu istilah ini, picture lock artinya dimana semua tahapan editing sudah finish. Di film feature biasanya agak alot untuk sampai di posisi ini karena ada banyak kepala yang memutuskan mulai dari sutradara, produser atau mungkin executive producernya kalau dia sangat berkuasa. Kalau sudah pic-lock, berarti urutannya NGGAK BOLEH diacak-acak lagi karena... akan membuat bagian sound menggila. Tugas sound setelah pic-lock adalah nge-sync dialog dan memberikan "nyawa" berikutnya kepada film dengan memberikan scoring, soundtrack, foley segala macem termasuk mungkin visual effect dan animasi). "Break" berdurasi 4 menit 26 detik.

Walopun ini semua ternyata masih belum se-pic-lock itu karena ada "penjurian" terakhir dimana dosen-dosen gue akan mengatakan apa yang mereka pikirkan untuk memperbaiki film gue.

Jadi, karena film gue sudah pic-lock, saatnya mencari komposer bispak untuk memberikan scoring kepada film saya. Pada awalnya gue memikirkan temen gue yang sangat berbakat dalam hal ini, Gamma Patriono. Akan tetapi, Angkasa yang mengajak gue ke tempat Boy yang mana juga jenius musik, membuat gue terbuai untuk melihat apa yang bisa dia lakukan dengan film gue.

Jujur saja, gue nggak ada bayangan sama sekali tentang musik untuk film gue. Well, bukannya gue buta 100% karena gue punya satu spesifik referensi untuk satu sequence dimana rokok adalah setan. Gue menggunakan lagu yang lumayan creepy dari salah satu music scoring "Suspiria" yang judulnya "Celesta and Bells".

Dan ketika Boy nanya gue maunya kayak gimana, gue beneran gak tau jawab apa. Sampe akhirnya gue mencoba ngulik-ngulik winamp gue dan menemukan bahwa...



...scoring Social Network (yang posternya sengaja gue pampang di depan Doni) yang dibuat dengan maha jenius oleh Trent Reznor dan Atticus Rozz ternyata sangat-sangat-sangat oke untuk dimasukin di film gue.

Gue nggak nyangka. Maksud gue, gue tau banget kalo gue suka banget sama David Fincher. Gue cinta sama Social Network. Tapi gue nggak nyangka kalo scoringnya ternyata menginspirasi gue untuk menambahkan sesuatu dalam "Break".

Tadi emang masih belum direkam, masih sekedar ngobrol sana-sini. Rencananya besok gue bakalan make Boy lebih lama untuk mem-finishkan musik "Break".

Cross fingers.

PS : Scre4m udah tayang by the way. Apakah kalian sudah menonton? ITS WORTH WATCHING.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar