Kamis, 31 Maret 2011

Open Casting

OKEEE... INI DIA SAATNYA!


Setelah breakdown script dan menemukan lokasi, tibalah kita disaat yang paling ditunggu : casting untuk film gue!


Catet nih, buat kalian yang mau main di film gue, mau gak dibayar kecuali rokok dan makan, silahkan dengarkan saya :


Dibutuhkan cowok,

umur 20-an,

indonesian looks

dan punya wajah-wajah yang bisa ngetik di depan komputer.


Oke, sesimple itu.


Jadi... kalo kalian mau mendapatkan pengalaman yang sangat bombastis, kalian bisa mengirimkan apapun ke email atau facebook saya : erma_azam@yahoo.com.


Gue sangat menantikan kallian!


Salam,

Candra Aditya

Directing 101 : Directing Actor

Setiap kali lo mendengar orang menyebtukan profesinya, yang terjun dalam dunia film, terutama jadi sutradara, biasanya lo bakalan bilang, "Wah, asik tuh." Dan mungkin ditambahi dengan, "Eh, gue main ya di film lo."


Pada kenyataannya jadi sutradara itu nggak segampang kedengerannya. Walopun lo mungkin benar tentang soal kekerenannya. Bukan berarti pekerjaan lain nggak keren. Tapi menurut gue pribadi, jadi sutradara lebih keliatan exciting ketimbang jadi... akuntan misalnya.


Ngedirect film lo harus tahu tentang keseluruhan film, mulai dari shot, editingnya kayak gimana dan segala macem. Tapi, yang paling mendebarkan ternyata adalah mendirect orang asing.


Rasanya weird, dan lo harus memerintahkan mereka untuk berakting sesuai dengan bayangan lo tapi lo nggak bisa langsung mendiktekan apa yang harus mereka lakukan.


Dan gue akhirnya mencoba untuk membawa skrip gue, diambil dari salah satu adegan di buku gue "Marshmallow" versi extended (yang bisa kalian dapatkan kalo kalian ngasih gue duit... hahahaha, becanda. Ini adegan terjadi sebelum Ayu dan Sugeng menikah). Yang gokil dari kegiatan ini adalah lo jadi tau apa yang salah dengan skrip lo kalo dialognya terlalu unyu atau nggak jelas.





Gue merasa sangat menggila karena ternyata ngedirect orang nggak segampang itu walopun gue puas dengan hasilnya.




Kalian bisa melihat videonya, disini :

Kamis, 24 Maret 2011

Brainwash

Kemaren di kelas directing, dosen gue yang gokil parah, Mouly Surya bilang bahwa kita harus, at least, ngasting orang yang bakalan main di film kita. Kalopun kita udah deal sama satu orang, nggak ada salahnya untuk keep looking.

Aktor punya pembawaan yang berbeda dengan karakter. Mereka punya referensi, background dan intelektual yang berbeda. Jadi, ya emang bener. Dan ini bisa jadi menyenangkan karena kita bisa keep rewriting our script. Kalo misalnya ada line atau hal-hal kecil sampe ke main thing tentang karakter yang gak sreg, kita bisa ganti karena kita melihat begitu banyak orang mencoba memerankan karakter kita.

Oke, kita ngomongin hal lain dulu.

Abis kelas, gue sama Citra dan temen-temennya dan satu mantan produser gue di "Breaking-Up Date" pergi ke De Hooy dan kita minum Brainwash yang premis-nya membuat kita drunk hanya dengan segelas. Sementara kita end-up dengan sekitar 4 pitcher.

Jadi, bisa dibayangkan bagaimana wasted-nya kita kemaren.

Tapi, yang paling gue ingat adalah apa yang gue omongin sama si Farman, salah satu temen Citra yang asik banget. Dia kuliah crime di San Diego dan akhirnya ke Jakarta, walopun gak lulus.

Yang fun adalah apa yang kita omongin tuh sangat random mulai dari Spielberg, Tarantino, film horor, kepercayaan agama sampe hal-hal nggak jelas kayak S&M dan semacamnya.

Dan si Farman akhirnya bilang, "Kalo lo bikin film, gue mau dong main di film lo."

Gue langsung bilang, "Oh ya, emang gue belum ada dua peran dalam film gue."

Farman : "Beneran ya?"

Gue : "Gampang."

Arja yang sebenernya mabuk ikutan nimbrung. "Alah, Can, lo bilang gitu karena lo mabok."

Gue : (nyolot) "Nggak. Nggak kok."

Dan setelah gue pikir-pikir, kenapa nggak nge-cast Farman di film gue?

Bukan peran utama tentu saja, tapi Ronan, peran yang gue tawarkan ke Farman, adalah peran yang lumayan oke. Dia kakaknya si Doni, peran utama dan dia kayak harus bisa nunjukin kerese-annya dengan elegan. Dan Farman gokil parah. Jadi, why not?

So, guys, inilah bentuknya Farman :





Nggak sama persis dengan bayangan Ronan di otak gue, tapi dia bisa merepresentasikan Ronan dengan asik.

Jadi, tinggal mencari Doni.

Dimanakah dirimu>

Hi, There

Oke, guys.

Karena gue sok-sokan mau jadi filmmaker yang gokil dan mengarsipkan apapun yang dia pikirkan, gue memutuskan untuk membuat blog ini khusus untuk film pendek gue yang judulnya "Break". Ceritanya simple aja, tentang seorang cowok yang mencoba untuk berhenti merokok. (Kalian bisa download skripnya di : http://nggacor.multiply.com/journal/item/457)

Hanya ada tiga orang pemain dalam film ini. Tentu saja peran utamanya, Doni, cowok umur dua puluh tahunan. Kakaknya, Ronan, umurnya juga dua puluhan. Dan pacarnya Doni, si Caca.

Nah, untuk peran Caca ini, gue udah kasih peran ke temen gue. Lebih tepatnya, pacarnya temen gue. Gue emang nulis karakter ini khusus buat Caca. Pas gue lagi duduk di Circle K dan galau, ada Gamma sama Caca dateng. Dan gue basa-basi bilang sama Caca kalo gue bikin film dan dia bilang bahwa dia mau main di film gue. Ya sudahlah. Gue bikin satu peran khusus buat Caca. Karena... Caca cantik dan gue suka aja dengan gaya dia. Kayak unik dan keren aja gitu.

Sekarang gue masih agak-agak panik karena gue belum nemu pemeran utama gue, tapi masih panjang sih waktunya. Dan gue juga belum hunting lokasi.

Nah, ini dia fotonya Caca :






Lucu kan?

Jadi, kalo kalian bakalan main di film gue, you get to see this girl and pretend to be her boyfriend. HAHAHAHAHAHA... Sayangnya dia udah punya cowok. Jadi, ya boleh diliat, dipegang jangan. Garing ya?

Okeh. Sampai segini dulu. Kelas udah mulai.

Salam hangat,

Candra Aditya