Rabu, 13 April 2011

Suspiria

Tentu saja gue masih panik karena semuanya belum beres, walopun gue bisa bernafas lega bahwa gue udah menemukan Doni. Kudos to Tata. I love you. Dan kalo "ramalan" itu benar, mungkin guelah berondong yang lo cari, Ta.

Aniwei, karena gue udah bilang bahwa skrip gue membosankan dan bisa dibuat menarik secara visual, gue memutuskan untuk membuat "Break" menjadi film-film yang look-nya ala-ala film 80-an yang lightingnya lebay. Kayak film-filmnya Suzzana, lo bisa liat istana Nyi Roro Kidulnya penuh dengan lampu warna-warni dunia. Atau kayak film Suspiria, di bawah ini :







Yang sebenernya gue temukan saat gue menonton film ala-ala 80-an, Grindhouse-thingy berjudul Hobo With A Shotgun :



Gue suka banget sama lampu-lampunya karena menurut gue, itu bisa menjadi salah satu trik gue untuk menunjukkan emosi seorang perokok yang lagi break ngerokok (hence, the title). Kayak dunia ini gak real. Ini state of mind-nya dia. Ngerti kan?

Selain itu, gue juga membayangkan bahwa ada satu sequence dimana gue mencoba untuk mengeditnya ala-ala filmnya Edgar Wright yang cepat karena menurut gue, itu keren dan cocok-cocok aja masuk di film gue.



Gue emang baru sadar kalo Edgar Wright adalah salah satu dewa gue. Emang dia bukan Kubrick atau Spielberg atau Hitchcock, tapi gayanya gokil dan gue suka. Kenapa emang kalo cuman bikin film ketawa-ketiwi?

Jadi, cross finger, semoga gue bisa membuatnya seperti yang gue bayangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar