Karena dari tiga orang yang gue casting, gue masih belum menemukan satu orang, satu orang saja yang membuat gue mikir, “Oke. Ini dia yang gue cari.”
Jadilah, gue minta bantuan orang terbaik sedunia, Tata, untuk mencarikan satu orang. Dan di hari Jumat lalu, akhirnya ketemuanlah gue sama Bangkit di 7-Eleven.

Seperti kebiasaan gue ngasting kemarin, gue nanya-nanya basa-basi kenapa lo mau main di film gue, apa sih yang lo suka dan blahdiddyblahblah. Lalu gue menunjukkan skrip gue dan gue tanya tentang apa sih karakter Doni di kepala lo.
Dan inilah yang membuat gue memutuskan bahwa Bangkit bisa jadi Doni : dia menjawab pertanyaan gue dengan benar.
Gue langsung kayak bahagia, seneng, campur aduk gak karuan karena akhirnya gue menemukan Doni, karakter utama gue. Gue semakin dekat.
Yang sekarang menjadi pe-er gue lagi adalah kemungkinan besar Farman, calon pemeran Ronan, kakak Doni sepertinya nggak bisa main karena ada banyak hal yang mesti dia lakukan. Jadi ya... gue kayaknya harus nyari Doni-nya. Tapi untuk sementara, gue udah nggak sabar untuk ngajar si Bangkit menjadi Doni. Reading bersama dan menjelajah ke galaksi-nya Doni.
Sebenernya gue keliatan agak parnoan karena ini film pendek yang cuman 3 menit gitu. Tapi percaya atau enggak, sebenernya, kesuksesan film lo, 80% adalah dari aktornya. Mereka bisa membuat film lo keren banget dan bisa membuat film lo jelek banget. Maka dari itulah gue jadi parno kayak begini karena gue udah sadar banget bahwa skrip yang gue tulis membosankan dan gue membutuhkan aktor yang gokil dan bagaimana penanganan gue terhadap skrip membosankan ini.
Jadi untuk itu, gue ucapkan good luck kepada Bangkit karena sudah masuk ke neraka gue dan bakalan ketemu muka gue lebih sering dari yang gue harapkan. Dan gue juga berterima kasih kepada Teguh Hadi, Tiko dan Josep Alex yang sudah mau repot. Sori, kalian masih belum cocok. Next time kalo gue ada film dan kalian cocok dengan peran gue, gue tau bakalan kemana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar