Kamis, 24 Maret 2011

Brainwash

Kemaren di kelas directing, dosen gue yang gokil parah, Mouly Surya bilang bahwa kita harus, at least, ngasting orang yang bakalan main di film kita. Kalopun kita udah deal sama satu orang, nggak ada salahnya untuk keep looking.

Aktor punya pembawaan yang berbeda dengan karakter. Mereka punya referensi, background dan intelektual yang berbeda. Jadi, ya emang bener. Dan ini bisa jadi menyenangkan karena kita bisa keep rewriting our script. Kalo misalnya ada line atau hal-hal kecil sampe ke main thing tentang karakter yang gak sreg, kita bisa ganti karena kita melihat begitu banyak orang mencoba memerankan karakter kita.

Oke, kita ngomongin hal lain dulu.

Abis kelas, gue sama Citra dan temen-temennya dan satu mantan produser gue di "Breaking-Up Date" pergi ke De Hooy dan kita minum Brainwash yang premis-nya membuat kita drunk hanya dengan segelas. Sementara kita end-up dengan sekitar 4 pitcher.

Jadi, bisa dibayangkan bagaimana wasted-nya kita kemaren.

Tapi, yang paling gue ingat adalah apa yang gue omongin sama si Farman, salah satu temen Citra yang asik banget. Dia kuliah crime di San Diego dan akhirnya ke Jakarta, walopun gak lulus.

Yang fun adalah apa yang kita omongin tuh sangat random mulai dari Spielberg, Tarantino, film horor, kepercayaan agama sampe hal-hal nggak jelas kayak S&M dan semacamnya.

Dan si Farman akhirnya bilang, "Kalo lo bikin film, gue mau dong main di film lo."

Gue langsung bilang, "Oh ya, emang gue belum ada dua peran dalam film gue."

Farman : "Beneran ya?"

Gue : "Gampang."

Arja yang sebenernya mabuk ikutan nimbrung. "Alah, Can, lo bilang gitu karena lo mabok."

Gue : (nyolot) "Nggak. Nggak kok."

Dan setelah gue pikir-pikir, kenapa nggak nge-cast Farman di film gue?

Bukan peran utama tentu saja, tapi Ronan, peran yang gue tawarkan ke Farman, adalah peran yang lumayan oke. Dia kakaknya si Doni, peran utama dan dia kayak harus bisa nunjukin kerese-annya dengan elegan. Dan Farman gokil parah. Jadi, why not?

So, guys, inilah bentuknya Farman :





Nggak sama persis dengan bayangan Ronan di otak gue, tapi dia bisa merepresentasikan Ronan dengan asik.

Jadi, tinggal mencari Doni.

Dimanakah dirimu>

Tidak ada komentar:

Posting Komentar